INILAH.COM, Jakarta-Penguatan indeks pada siang ini diperkirakan berlanjut hingga penutupan. Investor disarankan mencermati saham-saham yang harganya masih di bawah, sehingga masih punya peluang kenaikan.
Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 5,485 miliar lembar saham, senilai Rp4,500 triliun dan frekuensi 71.371 kali. Sebanyak 95 saham menguat, sedangkan 131 saham melemah dan 88 saham stagnan.
Namun, penguatan indeks sesi pertama, justru diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp245,3 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp857,1 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp1,102 trilun.Mayoritas sektor saham mendukung penguatan indeks. Sektor aneka industri memimpin kenaikan 1,67% disusul keuangan 1,24%, perkebunan 0,89%, manufaktur 0,73%, pertambangan 0,67%, industri dasar 0,45% dan konsumsi 0,18%. Hanya tiga sektor saham yang melemah, properti 1,80%, infrastruktur 0,79% dan perdagangan 0,65%.
Pengamat pasar modal PT Astronacci International Gema Goeyardi memperkirakan, indeks saham domestik akan menguat hingga penutupan sore nani. “Indeks berpeluang ditutup di atas level 3.849 dan bergerak dalam kisaran support 3.820 dan 3.878 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (19/5).
Penguatan indeks hari ini, menurutnya, dipicu oleh positifnya pergerakan bursa regional. Kondisi itu seiring meredanya kecemasan atas krisis utang di Eropa di mana Yunani dikabarkan akan melakukan restrukturisasi utang. “Di sisi lain, laporan jobless claim juga menurun di AS,” ujarnya.
Lalu, secara umum, kondisi makro ekonomi Indonesia sangat postif. Karena itu, tidak ada alasan bagi indeks domestik untuk mengalami tekanan ke bawah. IHSG menjaga level tertingginya sepanjang sejarah (all time high)-nya di level 3.849. “Karena itu, indeks hari ini akan berusaha untuk tetap berada di atas level tersebut,” papar Gema.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kalaupun indeks bergerak negatif, semata profit taking normal karena bagaimanapun masih ada sisa-sisa kecemasan krisis utang di Yunani. Itupun, maksimum koreksinya hanya 0,5%. “Tapi, dilihat dari internal makro ekonomi Indonesia sendiri, sangat mendukung indeks bertahan di teritori positif,” tandasnya.
Sementara itu, dari sisi Astronacci (analisis teknikal yang memadukan Fibonacci dan Astrologi) IHSG sudah diprediksi sejak tanggal 9 Mei. Astronacci telah meramalkan, indeks saham domestik akan mencapai rekor baru 3.878 pada 19-23 Mei 2011 setelah tembus rekor 3.849 pada 2 Mei 2011. “Hari ini, indeks sudah mencapai level intraday tertinggi (highest)-nya 3.867,” tuturnya.
Adapun sektor saham yang jadi penggerak utama indeks hari ini adalah sektor perbankan dan grup Astra seperti PT Astra Internasional (ASII.JK) dan PT Astra Agro Lestari (AALI.JK). “Saham-saham tersebut sudah saya rekomendasikan pada saat harganya di bawah. Sekarang harganya sudah di atas sehingga khawatir dilanda profit taking,” ucapnya.
Karena itu, dia merekomendasikan saham-saham yang harganya masih di bawah sehingga masih punya peluang kenaikan. Saham-saham pilihannya adalah PT Bank Mandiri (BMRI.JK), rekomendasi beli di level Rp7.200 dan PT Media Nusantara Citra (MNCN.JK), trading buy di kisasran Rp870-880 dan buy on weakness untuk jangka panjang di saham PT Bumi Resources (BUMI.JK). “Ketiga saham itu, paling aman dibeli,” ucapnya. [ast]
Sumber : http://id.berita.yahoo.com/bisnis/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar